YESUS, MENGAPA KAU TIDAK LAHIR DI NEGERIKU yang kuCINTAI?

|1 komentar


Yesus, mengapa Kau harus lahir di Betlehem?
Di kandang domba, berdarah Yahudi?
Mengapa Kau tidak lahir di negeriku?

Lihatlah, tataplah negeriku. Negeri ribuan pulau. Manusia menamai jamrud katulistiwa
Aku dan teman kanak-kanakku menyebut Bhineka Tunggal Ika

Yesus, mengapa Kau harus lahir di Betlehem, tidak di negeriku?
Negeriku kini berdarah-darah
Tetesan air mata, bau anyir kekerasan
Terdengar nyaring ditelingaku

Di Ambon, teriakan Allahu Akbar, pekikan Alleluya, itu artinya kematian
Sahabatku Udin di Aceh, Bapaknya menggelepar diterjang peluru
Gonzales, anak Timor tak tahu mau kemana.
Bapaknya tewas digampar milisi
Ibu diperkosa fretelin dan lebih baik mati memeluk laut

Yesus mengapa Kau tidak lahir dinegeriku?
Birokrat negeriku. Aparat negeriku. Politisi negeriku.
Mereka badut dan bandit

Atas nama rakyat, mereka mencongkel uang rakyat
Demi rakyat, mereka menipu rakyat
Untuk rakyat, mereka menindas rakyat.

Yesus, kalau Kau lahir di negeriku, Kau akan lahir di mana?
Di Toraja dengan pesta rambu solo' atau rambu tuka'?
Di Irian dengan rambut keriting dan menggunakan koteka?
Di Kalimantan menjadi Dayak?
DI Bali dan nama depanMu ditambahi Putu?
Di Batak dengan dapat suatu Marga di pulau samosir danau toba?
Atau malah entah lahir dimana, berkulit putih, bermata sipit dan bersuku Cina?

Yesus Kau memang tidak lahir di negeriku
Negeriku memang berdarah-darah
Negeriku memang negeri para pencoleng
Dipenuhi otak para koruptor dan politisi penuh kebusukan

Tapi aku mencintai negeriku
Seperti aku mencintai diriMu.
Yesus, ditengah kepedihan, disela kekejaman, diantara kekerasan
Aku masih tetap bisa bernyanyi. Dengar suara parauku
"Silent night.....Holy night......."

MERRY CHRISTMAS AND HAPPY NEW YEAR 2014

PUISI: LonCEnG NAtAL......

|0 komentar
 Saya mendengar lonceng berdentang pada hari Natal
Lagu-lagu Natal yang sudah dikenal,
Betapa nyaring dan merdunya kata-kata yang terdengar lagi
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!

Saya berpikir, seandainya pada hari Natal,
semua lonceng yang tergantung di menara gereja
Memainkan lagu tanpa hentinya
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!

Dan dalam keputusasaan saya menundukkan kepala;
"Tidak ada damai di bumi," kataku;
"Karena kebencian ada di mana-mana, dan mengejek lagu
tentang Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!"

Tetapi suara lonceng yang berdentang bergema semakin kuat:
"Tuhan tidak mati atau tertidur!
Yang jahat akan jatuh, yang benar akan menang,
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!"

Lonceng terus berbunyi, berdentang,
Bumi berputar dari malam hingga pagi,
Suara, lonceng, nyanyian agung, terdengar merdu,
Damai sejahtera di bumi,
Di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!

- Henry Wadsworth Longfellow-

PUISI Bunda.................

|0 komentar
Bunda…….
disetiap garis kerut wajahmu
tersimpan berjuta deritamu
kau tetap ukir senyum
sembunyikan segalanya

Bunda………
kau abaikan bahagiamu
kau pertaruhkan nyawamu
demi buah hatimu
seluas samudra
setinggi langit diangkasa
tak kan mampu menebus deritamu

Bunda……
ku tahu batinmu menangis
akan tingkah polah
keegoisan anakmu

kau hanya mengelus dada
kau tetap tersenyum bersahaja
terima kasih bunda…
tanpamu semua tiada arti......

Love u Mom