About

keMUNAFIKan RASA ... ... ....

Tanah tak terasa dipijak, 
pandangan mata gelap dan hati mengeras.. 
itulah yang terjadi ketika ego menguasai hati, 
dia tidak memberikan ruang sedikitpun kepada rasa cinta dan kasih sayang, untuk berlabuh. 

Hanya sesaat saja… 
bagaikan kemarau setahun dihapus hujan sehari. 
Kasih sayang yang dibina dengan ketulusan tidak dianggap dan lenyap begitu saja. 

Hujatan, makian keluar dari mulut tanpa henti, 
ketidakpuasan, kelemahan menjadi senjata untuk saling memaki dan memaki. Kemanakah hatinurani itu pergi, 
dan mengapa emosi dan ego itu menguasai…?

Hati memang cinta dan terkadang mulut tak dikontrol menjadi pemicunya… keinginan untuk menjadikan keadaan lebih baik dan membuat orang berubah menjadikan mulut tidak terkontrol. 
Semua merasa tersakiti…
Ketika disadari perubahan itu mesti dimulainya bukan untuk diinginkan saja

Apa yang Anda CARI saat NATAL sudah dekat????

Anak-anak mencari daftar hadiah untuk diajukan. Guru sekolah minggu mencari puisi yang menyentuh, Remaja dan pemuda mencari naskah drama yang menarik dan inspiratif, Ibu-ibu mencari resep kue yang lezat dan enak,Bapak-bapak mencari ide tempat liburan yang menyenangkanPara pengurus dan pemimpin pelayanan pontang-panting mencari siapa yang mau jadi panitiaSeksi dana sibuk mencari Donatur seksi dekorasi sibuk mencari accesoris 
Semuanya sibuk mencari.. ...
mencari sesuatu yang hebat dan wow dimata manusia Tetapi IA hanya termangu Jika Natal adalah tentang diri-NYAKenapa tak ada yang mencari-NYA?

Si PENCURI IMpiaN >>>>

Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-2nya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepuk tangan kepadanya.

Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat, dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya.
Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari. Si gadis muda bertanya “Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari ? Saya ingin tahu pendapat anda tentang tarian saya”. “Oke, menarilah di depan saya selama 10 menit”, jawab sang pakar.

Belum lagi 10 menit berlalu, sang pakar berdiri dari kursinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang pakar. Si gadis langsung berlari keluar. Pulang kerumah, dia langsung menangis tersedu-sedu. Dia menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata tarian yang selama ini dia bangga-banggakan tidak ada apa-apanya di hadapan sang pakar. Kemudian dia ambil sepatu tarinya, dan dia lemparkan ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia bersumpah tidak pernah akan lagi menari.

Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya telah meninggal. Dan untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah toko di sudut jalan.

Suatu hari, ada sebuah pagelaran tari yang diadakan di kota itu. Nampak sang pakar berada di antara para menari muda di belakang panggung. Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih. Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke pagelaran tari tersebut. Seusai acara, ibu ini membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar. Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan kemudian mereka bercerita secara akrab.

Si ibu bertanya “, Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan anda bertahun-tahun yang silam. Sebegitu jelekkah penampilan saya saat itu, sehingga anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja, tanpa mengatakan sepatah katapun ?”.

“Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah melihat tarian seindah yang kamu lakukan waktu itu. Saya rasa kamu akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-2 berhenti dari dunia tari”, jawab sang pakar.

Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar. “Ini tidak adil”, seru si ibu muda. “Sikap anda telah mencuri semua impian saya. Kalau memang tarian saya bagus, mengapa anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru menari beberapa menit. Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja. Mestinya saya bisa menjadi penari kelas dunia. Bukan hanya menjadi pelayan toko !”.

Si pakar menjawab lagi dengan tenang “Tidak .. Tidak, saya rasa saya telah berbuat dengan benar. ANDA TIDAK HARUS MINUM ANGGUR SATU BAREL UNTUK MEMBUKTIKAN ANGGUR ITU ENAK. Demikian juga saya. Saya tidak harus menonton anda 10 menit untuk membuktikan tarian anda bagus. Malam itu saya juga sangat lelah setelah pertunjukkan. Maka sejenak saya tinggalkan anda, untuk mengambil kartu nama saya, dan berharap anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari. Tapi anda sudah pergi ketika saya keluar. Dan satu hal yang perlu anda camkan, bahwa ANDA MESTINYA FOKUS PADA IMPIAN ANDA, BUKAN PADA UCAPAN ATAU TINDAKAN SAYA.

Lalu pujian ? Kamu mengharapkan pujian ? Ah, waktu itu kamu sedang bertumbuh. PUJIAN ITU SEPERTI PEDANG BERMATA DUA. ADA KALANYA MEMOTIVASIMU, BISA PULA MELEMAHKANMU. Dan faktanya saya melihat bahwa sebagian besar PUJIAN YANG DIBERIKAN PADA SAAT SESEORANG SEDANG BERTUMBUH, HANYA AKAN MEMBUAT DIRINYA PUAS DAN PERTUMBUHANNYA BERHENTI. SAYA JUSTRU LEBIH SUKA MENGACUHKANMU, AGAR HAL ITU BISA MELECUTMU BERTUMBUH LEBIH CEPAT LAGI. Lagipula, pujian itu sepantasnya datang dari keinginan saya sendiri. TIDAK PANTAS ANDA MEMINTA PUJIAN DARI ORANG LAIN”.

“Anda lihat, ini sebenarnya hanyalah masalah sepele. Seandainya anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap menari, mungkin hari ini anda sudah menjadi penari kelas dunia. MUNGKIN ANDA SAKIT HATI PADA WAKTU ITU, TAPI SAKIT HATI ANDA AKAN CEPAT HILANG BEGITU ANDA BERLATIH KEMBALI. TAPI SAKIT HATI KARENA PENYESALAN ANDA HARI INI TIDAK AKAN PERNAH BISA HILANG SELAMA-LAMANYA …”.


http://www.facebook.com/notes/titus-menjang/si-pencuri-impian/260783896401

Hidup bagaikan sebuah "LUKISAN" Refleksi tahun 2012



Berlalu sudah tahun 2012 digantikan dengan lembaran baru tahun 2013. Orang yang BIJAKSANA adalah orang yang dengan hati lapang selalu belajar dari sejarah pengalaman hidupnya. hidup ini bagaikan sebuah KANVAS yang kita LUKIS dengan aneka ragam pengalaman hidup kita bersama Tuhan. aneka warna pun telah menghias dan menyemarakkan hari-hari kita, kadang hitam, kadang putih, kadang abu-abu, dsb....

Saat dipenghujung tahun 2012 kita membingkainya dengan hati bijaksana dan rasa syukur kepadaNya. saatnya kita menilai layak tidaknya lukisan ini dipertontonkan bagi khalayak untuk kemuliaan Tuhan. Kejujuran, Keterbukaan, dan kebesaran hati sangat diperlukan agar lukisan tahun depan akan lebih baik dari tahun kemarin.

Orang yang bijaksana adalah orang yang menghargai hidup dan kehidupan yang dipercayakan Allah kepadanya. Tuhan sangat menghargai setiap orang yang menghargai kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan cara mengembangkan potensi hidupnya secara maksimal. Ia akan selalu memperhitungkan setiap kelelahan, usaha, setiap dedikasi, waktu, tenaga dan apapun yang kita Investasikan dalam tugas yang dipercayakanNya. dan sebaliknya Ia sangat mengutuk setiap kemalasan, dan sikap yang tidak bertanggung jawab.

Saatnya menilai apakah aku tergolong sebagai hamba yang baik dan setia atau hamba yang jahat dan malas 

semoga kita semakin bijak, semakin berbuah, semakin mengasihi Tuhan dan semakin Komit kepada Tuhan dan pekerjaanNya disepanjang tahun 2013 kedepan.... 

Mari kita membuka KANVAS yang baru. ambillah kuas dan cat kehidupan serahkan kepada Dia. Biarkan Tuhan yang mulai menggoreskan warna-warna kehidupan itu kedalam setiap pribadi kita.
sehingga ketika tiba waktunya Nanti kita membingkainya dengan Bangga, karena hidup kita telah dilukis oleh Tangan sang Maestro
Master Pelukis kehidupan atas CiptaanNya sendiri....

sampai ketemu di Pameran Kehidupan tahun depan.........

by Tytuz