About

SEMUA HARI ISTIMEWA

Janganlah menunggu hari istimewa...

Kepala Rumah Sakit LinBingWen meninggal dunia karena infeksi pada usia 61 tahun. Kematiannya yg tiba2 mengagetkan rekan2 medis, dia boleh dibilang masih cukup muda.

Kehidupan sungguh amat rentan, hidup mati adalah kehendak yg diatas tidak bisa dicegah, bahkan SteveJob (Apple) menghadapi sakit dan mati juga tidak berdaya.

Bbrp tahun yg lalu, seorang istri teman baru saja meninggal. Dia bilang: "Ketika aku sedang beres2 barang2 istriku, kutemukan sebuah scharf sutera, yg kami beli di sebuah toko mewah di NewYork dalam suatu tour kami."

Itu adalah sebuah scarf yg cantik, anggun dan bermerk. Bahkan harganya msh tertera di sana, istrinya terlalu sayang utk memakainya, dia selalu menunggu suatu hari yg istimewa utk memakainya."

Sampai disini, dia diam, dan sebentar melanjutkan: "Sudahlah. Jangan menunggu hari yg istimewa, baru memakai barangmu yg bagus. SETIAP HARI DALAM KEHIDUPANMU ADALAH ISTIMEWA.

Kehidupan seharusnya adalah perjalanan pengalaman2 yg mesti disayang/dinikmati, dan bukannya hari2 yg pahit/susah hanya utk mempertahankan hari2 yg telah lewat.

Aku pernah berbagi perbincangan ini dgn seorang wanita. Dan ketika bertemu lagi dgn dia, dia bilang bahwa skrg dia sdh tdk spt dulu lagi, menyimpan gelas2 keramiknya didalam lemari anggurnya.

Dulu dia mengira akan menggunakannya pada hari yg istimewa, akhirnya dia menyadari hari itu tidak pernah datang.

"Kelak/nanti", "Suatu saat nanti" sdh tidak ada lagi di kamusnya.
Kalau ada hal yg menggembirakan, kalau ada hal yg memuaskan, dia akan berusaha mengalaminya sekarang dan mendengarkannya segera.

Kita sering ingin berkumpul dgn  teman2, tapi selalu berdalih "cari kesempatan".
Kita sering ingin memeluk anak2 yg mulai besar, tapi selalu menunggu kesempatan yg tepat.

Kita mungkin ingin menulis sesuatu buat belahan jiwa, betapa kita menyayanginya, betapa kita mengaguminya, tetapi selalu bilang dgn diri sendiri tidak buru2.

Sebenarnya setiap pagi kita membuka mata, ini adalah hari yg istimewa. Setiap hari, setiap menit adalah sangat berharga.
1. Janganlah selalu bekerja dalam kondisi tertekan, akan merusak/melelahkan diri !
2. Jangan lupa bahwa tubuh kita adalah segalanya, bila tidak sehat, tidak akan bisa menikmati semua kenikmatan dan keindahan kehidupan ini.
3. Jangan berpikir bahwa yg bisa menolong hidupmu adalah dokter, sebetulnya adalah dirimu sendiri, menjaga kesehatan adalah lebih penting daripada menyelamatkan nyawa.
4. Jangan berpikir bahwa setiap pemberian selalu harus ada imbalannya; sebenarnya hanya karena tidak mengharapkan imbalan, maka akan beroleh imbalan yg baik.
5. Jangan meremehkan orang2 yg berjodoh denganmu, karena ketika masa2 itu lewat, barulah menyadari betapa kesempatan itu sulit sekali dijumpai.

Bekerjalah dgn wajar dan alamiah !
Pelan2 menikmati perjalanan kehidupan, nikmati setiap hari dari kehidupan ini dgn gembira !

Family Health Massage - Solusi Spa. Pijat Kesehatan terfavorit Jakarta, Bandung dan Semarang

Untuk Pemesanan silahkan hubungi operator kami sesuai dengan lokasi anda berada
Jam Operasional : Pukul 06.00 Wib - 23.00 Wib
JAKARTA

Wilayah I :
Tebet, Mampang, Kalibata, Pancoran, Cawang, Rasuna, Kuningan, Menteng, Sudirman, Setiabudi, Jatinegara.

HP : 0851 0037 6073 
        0851 0048 8803
        0851 0472 7070
        0858 8501 7373


Wilayah II :
Pejaten, Cipete, Cilandak, Lebak Bulus, Pondok Indah, Kebayoran Baru, Pondok Pinang, Pasar Minggu, Cirende, Ragunan, Bintaro.

HP :  0851 0277 2820  
        0858 8222 2320
        0851 0084 4367
        0815 1751 2050


Wilayah III :
Kemayoran, Kelapa Gading, Pulo Mas, Rawa Mangun, Sunter, Ancol, Mangga Dua, Pluit, PIK, Cengkareng, Tomang, Duri Kepa, Daan Mogot, Puri Indah, Meruya, Permata Hijau, Senayan.

HP : 0851 0037 6376  / 0858 8222 2377
       0858 8222 2373  / 0851 0637 6373
       0858 8881 1113  / 0851 0339 4422
BANDUNG
HP : 0851 0361 8878 / 0851 0911 7622 

    SEMARANG
    HP : 0851 0155 1888


KISAH INSPIRASI SUKSES pemijat - pemijat Solusi Spa

Pemijat : Muniati

Saya berasal dari Semarang. Sebelumnya saya bekerja di rumah menjadi seorang petani. Kehidupan keluarga saya serba cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kebetulan saya diajak sama tetangga saya untuk bekerja di Solusi Spa. Saya mulai kerja dari tahun 2004 - sekarang. Saya bersyukur 12 tahun saya sudah bisa membangun rumah, bisa menguliahkan anak saya kebidanan dan masih banyak lagi yang saya hasilkan selama bekerja di Solusi Spa. Di sini saya juga dibina, diayomi, dan diperhatikan. Banyak karakter saya yang mengalami perubahan. Dulu saya adalah pribadi yang keras dan kasar sekarang saya menjadi pribadi yang ramah dan lembut dalam berkomunikasi. Banyak pengajaran yangg diajarkan untuk saya dekat kepada Alloh, terutama pengajaran mengenai Terapi-Hatinya. Itu kisah hidupku selama bekerja di Solusi Spa.

Pemijat : Maria

Saya berasal dari Temanggung. Saya sudah bekerja di Solusi Spa selama 8 tahun. Saya sangat senang bekerja di Solusi Spa karena selama saya ada disini, saya dibina dan diarahkan. Saya selalu diarahkan supaya hatinya dekat sama Allah. 
Saya bekerja di solusi Sehat untuk membantu perekonomian keluarga. Bahkan selama di Solusi Spa saya sudah bisa meningkatkan perekonomian keluarga seperti membangun rumah, membeli sedikit tanah, dan membeli kendaraan bermotor. Saya sangat senang sekali dan bahkan bisa membantu saudara dan beberapa orang tetangga saya untuk bersama-sama bisa bekerja di Solusi Spa. http://www.solusispa.com/artikel/testimoni.html

KISAH INSPIRASI SUKSES salah satu Terapis di Solusi Spa



Ibu Sundari adalah Salah satu Therapist dari www.solusispa.com yang sudah bekerja bertahun-tahun di Solusi Spa. bahkan sudah memboyong saudara-saudaranya dan anaknya sekeluarga untuk bekerja di Solusi Spa. lewat bekerja sebagai pemijat telah membuahkan hasil seperti membangun rumah, membeli Mobil dan membiayai anaknya sampai lulus Sarjana. simak kisahnya http://www.solusispa.com/tentang-solusi-spa.html

KISAH Mengharukan Si Bocah dan Perampok

Moore adalah seorang dokter terkenal dan dihormati, melalui tangannya sudah tak terhitung nyawa yang diselamatkan, dia tinggal disebuah kota tua di Prancis. 20 tahun yang lalu dia adalah seorang narapidana, kekasihnya mengkhianati dia lari kepelukan lelaki lain, karena emosinya dia melukai lelaki tersebut, maka dia dari seorang mahasiswa di universitas terkenal menjadi seorang narapidana, dia dipenjara selama 3 tahun.www.solusispa.com

Setelah dia keluar dari penjara, kekasihnya telah menikah dengan orang lain, karena statusnya sebagai bekas narapidana menyebabkannya ketika melamar pekerjaan menjadi bahan ejekan dan penghinaan. 

Dalam keadaan sakit hati, Moore memutuskan akan menjadi perampok. Dia telah mengincar di bagian selatan kota ada sebuah rumah yang akan menjadi sasarannya, para orang dewasa dirumah tersebut semuanya pergi bekerja sampai malam baru pulang kerumah, didalam rumah hanya ada seorang anak kecil buta yang tinggal sendirian.

Dia pergi kerumah tersebut mencongkel pintu utama membawa sebuah pisau belati, masuk kedalam rumah, sebuah suara lembut bertanya, “Siapa itu?” Moore sembarangan menjawab, “Saya adalah teman papamu, dia memberikan kunci rumah kepadaku.”

Anak kecil ini sangat gembira, tanpa curiga berkata, “Selamat datang, namaku Kay, tetapi papaku malam baru sampai ke rumah, paman apakah engkau mau bermain sebentar dengan saya?” Dia memandang dengan mata yang besar dan terang tetapi tidak melihat apapun, dengan wajah penuh harapan, di bawah tatapan memohon yang tulus, Moore lupa kepada tujuannya, langsung menyetujui.

Yang membuat dia sangat terheran-heran adalah anak yang berumur 8 tahun dan buta ini dapat bermain piano dengan lancar, lagu-lagu yang dimainkannya sangat indah dan gembira, walaupun bagi seorang anak normal harus melakukan upaya besar sampai ke tingkat seperti anak buta ini.

setelah selesai bermain piano anak ini melukis sebuah lukisan yang dapat dirasakan didalam dunia anak buta ini, seperti matahari, bunga, ayah-ibu, teman-teman, dunia anak buta ini rupanya tidak kosong, walaupun lukisannya kelihatannya sangat canggung, yang bulat dan persegi tidak dapat dibedakan, tetapi dia melukis dengan sangat serius dan tulus.

“Paman, apakah matahari seperti ini?” Moore tiba-tiba merasa sangat terharu, lalu dia melukis di telapak tangan anak ini beberapa bulatan, “Matahari bentuknya bulat dan terang, dan warnanya keemasan.”

“Paman, apa warna keemasan itu?” dia mendongakkan wajahnya yang mungil bertanya, Moore terdiam sejenak, lalu membawanya ketempat terik matahari, “Emas adalah sebuah warna yang sangat vitalitas, bisa membuat orang merasa hangat, sama seperti kita memakan roti yang bisa memberi kita kekuatan.”

Anak buta ini dengan gembira dengan tangannya meraba ke empat penjuru, “Paman, saya sudah merasakan, sangat hangat, dia pasti akan sama dengan warna senyuman paman.” Moore dengan penuh sabar menjelaskan kepadanya berbagai warna dan bentuk barang, dia sengaja menggambarkan dengan hidup, sehingga anak yang penuh imajinatif ini mudah mengerti. Anak buta ini mendengar ceritanya dengan sangat serius, walaupun dia buta, tetapi rasa sentuh dan pendengaran anak ini lebih tajam dan kuat daripada anak normal, tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat.

Akhirnya, Moore teringat tujuan kedatangannya, tetapi Moore tidak mungkin lagi merampok. Hanya karena kecaman dan ejekan dari masyarakat dia akan melakukan kejahatan lagi, berdiri di hadapan Kay dia merasa sangat malu, lalu dia menulis sebuah catatan untuk orang tua Kay,

“Tuan dan nyonya yang terhormat, maafkan saya mencongkel pintu rumah kalian, kalian adalah orang tua yang hebat, dapat mendidik anak yang demikian baik, walaupun matanya buta, tetapi hatinya sangat terang, dia mengajarkan kepada saya banyak hal, dan membuka pintu hati saya.”

Tiga tahun kemudian, Moore menyelesaikan kuliahnya di universitas kedokteran, dan memulai karirnya sebagai seorang dokter.

Enam tahun kemudian, dia dan rekan-rekannya mengoperasi mata Kay, sehingga Kay bisa melihat keindahan dunia ini, kemudian Kay menjadi seorang pianis terkenal, yang mengadakan konser ke seluruh dunia, setiap mengadakan konser, Moore akan berusaha menghadirinya, duduk disebuah sudut yang tidak mencolok, mendengarkan music indah menyirami jiwanya yang dimainkan oleh seorang pianis yang dulunya buta.

Refleksi:
Ketika Moore mengalami kekecewaan terhadap dunia dan kehidupannya, semangat dan kehangatan Kay kecil yang buta ini yang memberikan kehangatan dan kepercayaan diri kepadanya, Kay kecil yang tinggal didalam dunia yang gelap, sama sekali tidak pernah putus asa dan menyia-nyiakan hidupnya, dia membuat orang menyadari betapa besar vitalitas dalam hidup ini, vitalitas dan semangat ini menyentuh ke dasar hati Moore.

Cinta dan harapan akan dapat membuat seseorang kehilangan niat melakukan kejahatan, sedikit harapan mungkin bisa menyembuhkan seorang yang putus asa, atau bahkan bisa mengubah nasib kehidupan seseorang atau kehidupan banyak orang, seperti Moore yang telah membantu banyak orang, ketika mengalami putus asa maka bukalah pintu hatimu, maka cahaya harapan akan menyinari hatimu

Aku adalah aku. Tidak ada yang berubah

http://www.solusispa.com/tentang-solusi-spa.html
hadiah istimewa

“Terkadang kira menganggap hidup orang lain lebih enak, padahal mungkin saja dia lebih sulit, hanya saja dia tidak mengeluh.”
Cinderella.
Setiap bangun di pagi hari, aku berharap aku menjadi Cinderella. Tapi hal itu tak pernah terjadi. Kukucek mataku dan kutatap cermin meja rias.
Aku adalah aku.
Tidak ada yang berubah.
Aku berjalan seperti biasa melewati tanah lapang yang nenperlihatkan segarnya rumput-rumput hijau. Kakiku akhirnya menapak di sebuah halte bus. Dengan peluh yang bercucuran, aku berdiri di pinggir halte menunggu bus yang akan mengantarku menuju kampus. Semoga hari ini tidak terlambat lagi.
Kudekap erat sebuah bungkusan berpita ungu yang sudah sangat rapi di dalam tanganku. Hari ini, aku akan mengunjungi Terre. Seulas senyum berkembang di bibirku. AKu bahkan tidak peduli juka harus terlambat datang ke kampus. Mau bagaimana lagi? Jam besuk untuk Terre hanya saat-saat ini.
Tiba-tiba…..
“Duk!!!”
“Aduh….” Seorang anak berusia 10 tahunan menabrakku dan menyambar bungkusan yang kubawa.
Sepersekian detik kemudian barulah aku menyadari, bungkusan yang telah kugenggam hilang, Aku menjerit sekeras mungkin, “Copeeeeeeeet!!!”.
Untungnya, beberapa orang sudah lebih dulu mengejar anak itu. Pikirku, dia adalah seorang anak jalanan dan pengamen. Dia membawa gitar kecil di dalam tasnya yang lusuh. Nasibnya kurang beruntung. Kenapa dia nekat mencuri di tempat seramai ini?
Aku berlari tergopoh-gopoh saat anak itu sudah dikepung oleh warga. Mereka mengembalikan bingkisan milikki. Sudah terkoyak. Sesaat itu juga aku merasa hatiku untuk Terre ikut terkoyak. Anak itu meringkuk ketakutan di tengah kerumunan massa. Ia sempat mengangkat wajahnya. Mata kami saling bersitatap.
Aku tidak punya kata lagi. Anak itu pun hanya diperingatkan oleh warga. Setelah mereka tahu yang dicuri bukanlah barang berharga, warga bubar dengan cepat. Sempat pula ada yang hampir memukuli anak itu, tapi akhirnya suasana cukup terkendali. Barangku kembali saja aku sudah senang. Aku mengucapkan terima kasih pada warga. Seorang bapak mengusir pengamen cilik itu supaya pergi jauh-jauh.
Tak ingin kupikirkan lagi tentang anak itu.
Terre itu sahabatku. Sudah lama ia divonis sakit leukimia, dan belakangan ini kondisinya semakin tidak baik. Aku hanya bisa melihatnya berbaring lemah di ranjang. hari ini bukan ulang tahun Terre, tapi aku ingin memberinya hadiah. “Ve….” Terre memanggil namaku.
“Aku mengucap syukur atas hidupku… Mungkin tidak lama dan… apa yang kamu beri ini… aku ingin kamu bagikan pada orang lain…” Terre memegang tanganku dengan tangannya yang ringkih. Air mataku tidak bisa berhenti mengalir.
Tuhan masih sama. Itu yang sering diucapkan Terre pada semua orang. Tubuhnya mungkin kini sudah rapuh, tetapi jiwanya tidak.
Aku menunggu di halte bus dengan isi bungkusan yang sama. Hanya saja aku mengganti bungkusnya dengan yang baru.
Aku menunggu dan menunggu. Berbagai macam bus sudah lewat tapi tidak satupun yang kunaiki. Aku sedang menunggu anak pengamen yang menjambretku tempo hari. Mungkin dia sudah tidak berani lagi kemari.
Tak kusangka… Ternyata aku masih bisa bertemu dengan anak itu. Ia sedang mengantongi beberapa koin kedalam saku celananya. Kembali kami bersitatap.
“Hei!…” panggilku pada anak itu.
“Ada apa mbak?” tanya anak itu tanpa rasa takut.
“Ini” aku menyodorkan bungkusan yang seharusnya menjadi milik Terre. Air mataku hampir tumpah tapi aku berhasil menahannya sekuat hati.
“Sahabatku ingin kamu memilikinya…”
Anak jalanan itu menerima bungkusan yang kuberikan. Dibukanya di tempat itu juga. Akupun dapat melihat di depan mataku. Anak itu sangat senang menerima topi yang kuberikan.
Ya, topi. Pemberian sederhana yang berarti besar. Rambut Terre mulai rontok. Tapi aku ingin dia tetap gembira dan bergaya dengan topi. Nyatanya bermaksud menolak tapi Terre merasa tidak membutuhkan topi. Akupun tidak merasa tersinggung. Dia tidak ingin pakai topi,tidak ingin pakai wig. Dia tidak malu jika orang melihat rambutnya yang gundul dan Terre tidak marah pada Tuhan. www.solusispa.com
Kini topi itu diberikan Terre untuk orang yang tepat. Jadi sianak jalanan itu tidak akan teralu kepanasan di jalan. Terre mengajarku arti pmberian yang sebenarnya,
Aku adalah aku.
Dan aku bukan Cinderella.
Aku bersyukur untuk itu.